Terakhir tetapi Bukan yang
Paling Akhir !
Hai
everyone ! aku lahir dengan nama yang penuh dengan makna (aku yakin semua nama
mempunyai makna) tapi sadarkah kalian? Nama juga menentukan dimana Kalian akan
duduk, dimana Kalian akan bertempat? Tidak mengerti? Begini…
1.
Zaman SD
Aku
masih ingat betul, sewaktu itu SD aku ditahun 1999 menempati kelas satu dengan
nomor absen 13. Iya 13 dari 21 siswa di kelas waktu itu? Bukan terakhir juga
bukan diawal sih.. biasanya kalo bapak sama ibu guru buatin PR kita kita ini,
besoknya kan disuruh maju kedepan satu persatu, yah kalo ngga dicocokkan sih
disuruh maju. Parno deh kalo disuruh maju, karena aku ini bukan seorang yang
terlalu pandai juga (real, haha) tetapi seenggaknya aku bisa mikir buat jaga
jaga maju kedepan karena sesuai absen (yah paling tanyanya keanak yang lebih
pinter gitu deh, anak pinter zaman dulu pelitttt banget ahahaha) cerdik sih,
tanya sana tanya sini. Dan setibanya maju pun bisa bisa. Di ujian akhir sewaktu
kelas 6 pun aku juga mendapatkan tempat yang cukup strategis, ngga di belakang
juga engga didepan (ah beruntungnya aku), mungkin karena absenku yang tidak
terlalu diatas dan tidak terlalu dibawah juga. Absen membawa berkah
Skip to
SMP
2.
Zaman SMP (setengah masa pendewasaan)
Iya,
seperti kataku tadi aku tidak terlalu pandai. SMP pun aku masuk di negeri namun
tidak faforit dikotaku, hanya faforit di desaku. Tapi bersyukur bisa sekolah J yahh masih ingat lah waktu
dulu, SMP masih labil sekali. Masih sangat ke cabe-cabean (mana ada zamanku
dulu cabe2an) sekarang? Hah sudahlah.. saat pembagian kelas pun dimulai, sudah
pada kumpul nih di lapangan untuk menunggu namanya dipanggil sama bapak marsudi
(bagian kesiswaan) aku masih ingat betul. Dan penantian ku ternyata sangatlah
lama L sudah
hamper setengah berkurang, namun tak kudengar namaku . dari kelas 8 A, B, C, D
, E pun tak ada. Kalo satu kelas rata rata 40 siswa aku harus menunggu lebih
dari 200 siswa. Ditambah lagi 39 an jadi kalkulasi sendiri. Kenapa aku bisa
bilang begitu? Karena aku tahu, pasti namaku berada dibawah, karena system
abjad. Dan benar adanya, masih ingat jelas dalam ingatanku, sekitar 4 – 5 orang
tersisa di lapangan dan salah satunya adalah diriku J ah bagusnya Tuhan. Dapat absen
terakhir, kelas terakhir J dan
bonusan tambahannya adalah waktu itu kelas F adalah kelas tambahan baru yang
baru saja direnovasi, dan kami menempati bekas ruangan guru (katanya) yang
sekarang menjadi ruang serba guna. Aduh indahnya nikmat-Mu (masih bersyukur)
agak gontok sih tapi bisa apa. Hahaha
Tak
apalah.. skip skip skip
Setiap
pelajaran apapun itu, baik yang harus mengerjakan tugas didepan, olahraga,
maupun apapun itu selalu masih setia paling akhir, namun aku belajar betul dari
teman2ku yang sudah melangkah duluan. Yaa anugerahnya ya itu… namun kadang juga
dibalik dari belakang dulu, begitu. Hahaha dan setiap haru menunggu giliranku
aku selalu “ dag dig dug “ tidak karuan. (bukan lebay)
Kadang
juga ada bapak / ibu guru yang suka mengkombinasi angka, Misalnya : hari itu
tanggal 23 serta kemarin yang maju udah 15 , ditambahin dah tuh 38 jadinya “
absen 38, siapa ya” ah sial kena deh aku. Hih. Dari dulu aku memang tidak suka
cara cara maju yang sperti itu, bikin stress saja (ini bagi yang tidak pandai)
hahaha. Jadi aku pun tidak heran kalo absenku hanya disekitaran angka 35-41.
Bahkan jadi yang terakhir pun pernah ! itu rasanya , biasa aja sih.
Skip
skip skip….
Setiap
ujian biasalah kalo urut absen, yahh paling tidak yang urutan absennya dibawah
kayak aku, bisa amanlah. Namun, kadang yang pinter pinter justru didepan
(badluck) huh. Ya bisa apa selain gunain keyakinan sendiri untuk menjawab, dan
secarik kertas pun disiapkan untuk menyontek (jangan ditiru)
Kadang
juga yang didepan, yang kurang pandai juga susah untuk mencari jawaban (kasian)
kalo mau hadap belakang takut ketauan guru, yang
pintar sih enak yaaa . Yahh tempat
duduk belakang adalah teman setiaku selama aku belajar di SMP, lanjut juga dong
ke SMA
3.
Zaman SMA (Setengah Masa Ababil)
Yaa,
setelah 3 tahun sudah aku menempuh pendidikan ku di SMP, alhamdulilah aku
berlajut ke tingkat SMA, (lagi lagi bukan SMA Faforit) taka pa. aku bersyukur
sekali lagi. Sementara itu, pembagian tidak seperti 3 tahun lalu sewaktu aku masih di SMP, ini lebih
canggih lagi lho. Langsung lewat gurunya sendiri yang mengasih tahu. Aku
berkelaskan X-B yahh paling engga aku bukan dikelas yang paling akhir lagi J
Masih ingat
betul, berwalikelaskan ibu Zaenab, guru Bahasa inggrisku . Baik sekali lah
pokonya J namun,
sekali lagi aku tidak heran kalo namaku selalu terbawah kalo dibuku absen
>.< . engga kaget deh pokonya. Bahkan sudah seperti kegiatan awal tahun
yang sudah menjadi rutinitas .. sebenarnya engga masalah sih mau dibawah mau
didepan cuman yaitu sangat lucu aja ketika kalian mengetahui suatu hal yang
baru kalian sadari, J
Bahkan
aku selalu terbelakang (duduknya lho) dalam setiap kali aku ujian, apapun itu.
Pernah aku tertangkap basah sedang melemparkan kertas ke temanku hahaha disuruh
kedepan dimarahin J dan
sejak saat itu aku sangat malu sekali. Tak apalah kalo harus aku tulis kedalam
postingan kali ini J
Skip
skip..
Kelas
2, aku masuk ke IPS yaa karena satu, aku tidak suka pelajaran IPA hahah simple.
Pernah ada guru matematika aku, rese dan gimana ya . hampir setiap pelajaran
bapak itu aku selalu khawatir. Kenapa? Entah badluck atau bapak tersebut
mengujiku, aku selalu maju kedepan mengerjakan soal, L dengan menggunakan kombinasi
angka, tanggal, dll selalu dapatnya ke nomor absenku L matimatika ah matilah aku.
Dan Ujian
kelulusan pun menanti, 3 bulan sebelumnya digencar dengan les pagi yang
mengharuskan pukul 6.00 wib harus sudah berada dikelas. Yahh kegiatan bangun
pagi pun harus aku lakonin (kalian juga kand?) dan penantian itu pun akhirnya
tiba..
Masalah
tempat duduk pun (banyak dikalangan teman2 ku) diperbincangkan, seserem itu kah
ujian ?? sehingga ketakutan yang luar biasa pun menghantui kami waktu itu..
Seperti
biasa pojok belakang sudah tak sing lagi bagiku.. hahaha bahkan pojok belakang
pun berlanjut ke perkuliahanku… J
4.
KULIAH
Yah singkat
saja.. kini aku berkuliah di PTS di kotaku.. Ekonomi Manajemen adalah
pilihanku. Dan kecurigaan itu berawal dari kwitansi pendaftaran J begini kronologinya..
Daftar gelombang
pertama.. aku memantapkan untuk mengambil 1 jurusan saja yakni PGSD. Berhubung animo
pemuda saat itu sangat besar sekali, maka aku pun gagal di gelombang pertama.
Dan Gelombang
kedua, aku memutuskan untuk memilih Bahasa Inggris dan Manajemen, ketika lembar
pendaftaran sudah di print out, staff tata usaha nya baru memberi tahuku kalau
nilai diatas 8 bisa masuk tanpa tes (aku belum tahu kalo di brosus tertera itu)
dan akhirnya tanpa piker panjang aku membatalkan untuk mengambil 2 jurusan (karena
harus tes masuk lagi. males)
Namun, staff
nya bilang “ maaf mbak, sudah di print” tetapi ibu ibu (nggtau namanya)
akhirnya bersedia untuk mengeprintkan lagi , dan nomor pendaftaran sama dengan
sebelumnya, jadi ada dua nomor namun … sewaktu registrasi , lembar kwitansi
yang di tipe-x (lalu diganti namaku, hanya dengan ballpoint) aku menanyakan “
lhoh mbak, ini kenapa kok di tipe-x” kata mbaknya “ ngga papa dek, nanti kalo
bermasalah ke kantor sini lagi” ahh masa bodoh lah. (ngga ngerti kalo itu atas
nama orang lain)
Dan benar..
sewaktu SAPAMABA (pengenalan mahasiswa baru) aku tak menemukan namaku dalam
daftar kelompok mana yang harus menjadi kelompokku, aku menanyakan kakak
pendamping, ternyata mereka pun juga tak menemukan namaku (sedih) tetapi
akhirnya sebagai anggota tambahan aku menambali kelompok lain. (yasudahlah)
Skip skip..saat
pembagian kelas pun aku juga tak mendapati nama ku di daftar.. lalu aku
bertanya kepada ibu Fitri (bagian kemahasiswaan) “ Bu, maaf saya mahasiswa
baru. Mau tanya, saya kok ngga dapet kelas ya buk? Itu gimana? “ dan sms saya
cukup cepat direspon “ coba tanya ke bagian sekretariat, tempat nya di blablabla”
Waktu itu
masih berjalan sendirian, belum punya teman. (haha) aku bertanya kepada bapak
Fanani, “ pak saya kok belum dapet kelas, gimana nih pak” Pak fanani menyuruh (anak
yang sewaktu magang) untuk mencarikan namaku. Ternyata tidak ada. Bukti
pembayaran serta pendaftarn pun aku tunjukkan. Lalu pak Fanani menelepon kantor
BAAK . katanya aku disuruh kesana. Oke,
aku kesana. Lalu aku bertemu Bapak yang mengurusi NIM mahasiswa, aku dibuatkan
NIM serta aku mendapatkan kelas. Dan ternyataaaaaaaaa…. Kelas C dari A,B,C NIM
20xx-11-259 yang mana itu NIM terakhir dikelasku sekarang.. Yaaaaahh sudah ngga
asing lagi deh sama yang terakhir terakhir… L hahaah dan kalau tidak ada kesalahan formulir
aku bernimkan 148 yang dimana seharusnya aku berada dikelas A J tak apalah… aku sudah
mendaptkan teman teman terbaikku disini J
Jadi yang
terakhir maupun tidak.. it's not about where you live, but what you do"
asekkk but what I do now? I dunno exactly J
BYEEEEEEEEE…….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar