Setelah kami jadian, Dinda mendapat kabar bahwa dia adalah
karyawan terbaik. Sontak saja aku langsung memberi selamat terhadapnya. Namun,
disisi lain perkerjaan yang dijalani haruslah lebih padat lagi. Yah, intensitas
untuk kami bertemu pun sedikit berkurang karena kesibukan masing – masing.
Aku
sibuk dengan organisasi, kuliah serta pekerjaan, begitu pula dengan Dinda yang
sibuk akan pekerjaannya. Tapi aku menjalani semua ini dengan suka cita sebagai
kekasih. Walau hanya bisa bertemu sekali dalam seminggu atau dua kali.
Seperti sebuah kisah cinta, tidak semuanya selalu indah dan baik-baik saja. Kita juga
terkadang mengalami keributan kecil dan semua baik-baik saja sampai akhirnya
suatu ketika kami terlalu jauh dalam keributan dan putus nyambung akhirnya putus
untuk waktu yang lama. Tapi kita sama-sama sadar, bahwa kita saling mencintai
dan akhirnya berpisah untuk mencoba introspeksi agar mengerti arti kita di hati
masing-masing. Aku fokus pada kuliah, begitu pula dengan Dinda yang sibuk
dengan pekerjaannya. Dan tanpa sadar kami berpisah oleh waktu. Dalam
kesendirian itu, aku jatuh cinta sama seseorang dan menjalin hubungan.
Dinda pun mendengar kabar bahwa aku telah menjalin hubungan
dengan seseorang, dia mengucapkan “
selamat ya, semoga langgeng “. Aku tahu bahwa hatinya rapuh dan sakit yang
teramat sangat.
Maka dari itu aku mulai untuk tidak berkomunikaasi dengannya,
agar ia tak merasa sakit bila terus saja berhubungan dengan-ku. Namun, beberapa
minggu demikian diam – diam kami bertemu dalam suatu tempat yang dulu menjadi
favorit kami, tapi apa daya sekarang tempat itu sudah tidak ada apa – apa nya
lagi.
Perasaan canggung pun menghinggapi kami, saling diam tak
menyapa. Hingga akhirnya...
“ kalau kita jodoh, kita
ngga akan kemana – mana kok. Dengan siapapun kamu berpacaran, kalau jodohnya
aku juga ga akan kemana – mana “ ucap
Dinda..
“ jadi, aku harus gimana? ”
ucap-ku
“ ga gimana – gimana kok,
kamu percaya aja kalo kita berjodoh kita ga akan kemana – mana “ “ kamu hapus
nomor aku, hapus semua tentang aku. Berdoa saja supaya kita berjodoh, karena
aku sayang sama kamu “ kata Dinda..
*dengan nada sedikit terisak dan mata berkaca – kaca
(dinda)
aku hanya tersenyum simpul mendengar itu, walaupun hati ini
terasa ingin menolaknya namun aku sangat menghargai keputusan yang telah di
buatnya ini. Aku tahu maksud dari semua ini, agar aku bisa lebih lepas dalam
menjalin hubunganku dengan kekasihku yang sekarang ini, juga aku mengerti dia
tidak akan mengingat tentang diriku dan kenangan manis lainnya yang merasa
sakit bila dia masih saja dekat denganku. Akhirnya kami memutuskan hal terakhir
yang bisa membuat kami saling kontak, Selanjutnya aku serahkan kepada Tuhan.
Karena sebenarnya aku dan dia masih saling sayang akan tetapi keadaan membuat
kita tidak dapat bersama kembali..
To Be Continue..
#art

Yah kok putus nyambung -_- *lanjutannya gimana ya?* Dinda jadi nikah nggak sama bejo? Eh maksudnya charly? -_-
BalasHapusnantikan aja deh :) hehehe bagian 3..
Hapus