07 Maret, 2014

- Senyum Terakhir-nya -


Hay Guys, apa kabar kalian? Syukurlah kalo baik. Postingan pertama di bulan maret akan terasa sangat berbeda dari biasanya. Kenapa? Begini kronologinya, aku mempunyai seorang teman, sebut saja namanya Charly, dia gagah dengan tampang preman yang mungkin orang melihatnya pertama kali dengan sosok seperti itu akan merasa ketakutan. Tidak juga, karena dibalik kegarangannya itu dia mempunyai sikap yang lembut terhadap perempuan. Dan cerita ini dimulai ketika dia share kepada ku dan teman yang lainnya. Ketika tahu aku mempunyai blog, langsung dia memintaku untuk menuliskan cerita ini. Baiklah, permintaan terpenuhi. Dengan pelan dan hati – hati aku mendengarkan semua cerita dari awal sampai akhir..
  “ Pada akhirnya, kepergian seseorang mungkin menyakitkan akan tetapi akan selalu menjadi pelajaran bahwa kehilangan adalah jalan terakhir untuk membuat kita mengerti betapa berartinya seseorang dalam hidup kita ”
Panggil saja aku Charly, berkuliah juga bekerja. Yah, itung – itung untuk meringankan beban orang tua-ku. Selain itu, aku juga sibuk berorganisasi di Kampus juga ikut di salah satu Teater Fakultas. Semua itu aku jalani untuk memperoleh banyak teman dan aktif pula sebagai mahasiswa. So, demi masa depan aku memperbanyak ilmu tanpa kenal batas waktu sampai tidur pun terkadang suka lupa waktu.
Dan sampai pada akhirnya, gara – gara lupa waktu itu aku jadi mengenal sosok yang mempunyai senyuman indah yang pernah aku lihat. Semua itu berawal dari...
Waktu itu hari senin, aku sebagai seksi perlengkapan dimana disuruh untuk membeli beberapa kardus. Baiklah.. hari itu aku agak terburu – buru karena dikejar oleh waktu. Segera aku berangkat bersama salah seorang temanku, menuju ke salah satu swalayan di sini.
Tak berapa kemudian kami sampai langsung saja mengambil trolly dan meminta salah satu SPG di situ untuk membantu kami. Lalu.. tak sengaja aku menimpa tubuhnya, perasaan malu dan enggan untuk saling menatap dengan di lihat oleh beberapa pengunjung disana. Beberapa dari SPG lain pun ikut membantu untuk merapikan barang.
“ maaf mba, aku tidak sengaja” kataku..
“ iya gapapa mas, lain kali hati – hati ya ” kata mba yang belum aku ketahui namanya..
Mendengar perkataan itu, aku merasa lega. Dengan sedikit – sedikit mencuri waktu, aku menghampirinya dan meminta nomor handphone. Dengan sedikit susah aku memintanya, akhirnya kudapatkan juga. Yess *kataku
Sepertinya, mba SPG tersebut telah mengerti rasa salahku atas kejadian tersebut dan memberikan kesempatan untuk aku meminta maaf sekali lagi dengan cara yang lucu. Dan malam harinya, aku berpikir bahwa karyawan seperti dia pasti kerjanya shift dan malamnya sudah pasti pulang. Kemudian aku mengirim sebuah pesan singkat dari handphone-ku
“ malam.. maaf ya atas kejadian memalukan dan merepotkan siang tadi”. Charly
“ iya, ga papa mas “ nama-ku Dinda.
Dari sini kami lebih sering SMS-an beberapa hari hingga akhirnya kami sepakat untuk bertemu walaupun hanya sekedar ngobrol bersama seputar kegiatan masing – masing dari kami. Dinda yang kulihat dewasa dan serius ternyata juga mempunyai sikap yang lucu. Akhirnya dari pertemuan itu kita menjadi saling dekat dan berjanji untuk sering bertemu dalam beberapa kesempatan. Hari demi hari aku lewati sosok Dinda kini seakan telah menjadi bagian kecil dalam hidupku, sampai suatu ketika aku mengajaknya ke Pantai untuk menikmati desiran pasir dan suasana sore hari di pantai. Kami banyak bercerita tentang keluarga kami masing – masing. Dinda ternyata seorang pekerja keras, dia tidak lagi melanjutkan ke perguruan tinggi hanya karena dia ingin membantu beban ayah, ibu dan adik – adiknya untuk bersekolah.
Apapun akan dia lakukan untuk keluarganya itu. Betapa kagum nya aku terhada Dinda, Kemandirian dan dedikasinya dalam keluarga membuat aku jatuh cinta dan akhirnya menyatakan cinta sama dia. Dia menerima aku dan akhirnya kami jadian setelah hari itu sebagai pasangan kekasih. Dan.. aku sangat bahagia telah mendapatkan seseorang seperti-nya.


... To Be Continue
#art

4 komentar: